Kebakaran Bulu
Terimakasih atas banyaknya
pembaca yang menanggapi postingan saya kemarin, soal benda-benda asing yang
bermunculan di rumah kami.
Terlepas dari percaya atau tidak
soal dampak yang ditimbulkan oleh keberadaanya, maka kami para penghuni rumah
itulah yang merasakannya. Boleh percaya
atau tidak, asal jangan ngomong tidak percaya padahal menjadi pelaku utama.
Postingan itu pun menyebabkan
orang-orang tertentu kebakaran bulu.
Bulu yang disembunyikan kebakaran?
Ya, ketahuan.
Sejak 1997 saya menemukan barang
sejenis, ketika itu baru bertugas di Ranah Minang. Orang yang membantu kami menjelaskan makna
semuanya, juga cara mengatasinya.
Pemilik dan peminta (penyandang dana) tidak disebutkan namanya, paling
banter ciri-ciri fisiknya saja.
Sekitar 4 tahun kehidupan di
seberang saya lalui bergumu dengan cobaan seperti itu. Bukan hanya sendiri tetapi juga dua orang
teman kami. Salah satunya harus berpisah
untuk selamanya. Semoga Mas Seno teman
terbaik kami semua ditempatkan di sisi terbaik-Nya. Aamiin YRA.
Pulang kampong yang lebih dekat
Jakarta Ibukota Negara, bukan tambah modern.
Malah lebih banyak hal yang aneh terjadi. Postingan kami kemarin salah satunya. Banyak puluhan postingan saya sebelumnya
menjadi goresan untuk tidak dilupakan.
Ilmu terus berkembang, termasuk
per-santetan. Gejala sakit medis, tetapi
tidak selalu mudah ditemukan solusinya oleh ahli medis. Bahkan sering bertolak-belakang sehingga
ketika obat dari dokter diminum sakitnya makin luar biasa. Bisa juga berganti menunjukkan gejala
penyakit lainnya….
Tetapi juga ada perkembangan
lebih baik, dari tahun ke tahun. Masih
soal per-santetan tentunya….
Kalau semula cuma orang pintar
yang bicara, saat ini benda-benda asing itupun bisa disuruh bicara. Percaya atau tidak, semua yang berkaitan
dengan benda itu dapat dibongkar habis. Mulai
dari maksud, pemilik, penyandang dana, harga dan banyak lagi informasi yang
dapat digali.
Jadi, jangan coba-coba bermain
dengan barang mati seperti ini. Bukan
hanya dosa besar, tetapi juga akan bisa berbalik menyerang. Tentu yang sangat memalukan adalah kalau
maksud hati, sekalipun disembunyikan di balik senyum dan kebaikan, ketahuan.
Tidak mengherankan kalau
postingan saya kemarin pada akhirnya menyebabkan beberapa pembacanya merasa
kebakaran bulu…..
Tapi ya, biasa, bikin isyu dan
fitnahan baru. Mungkin juga merencanakan
konspirasi.
Yang jelas, walau saya tahu semua
itu, percayalah saya tidak akan mengurangi rasa kagum pada mereka. Tetap semangat dan tiada berhenti berusaha….
Gusti Beli Turu, saya yakin Dia
akan menunjukkan semuanya di saat yang tepat dengan cara yang terbaik
menurut-Nya. Aamiin YRA.
Komentar
Posting Komentar